REPRESENTASI GENERASI MILLENIAL DIDALAM PEMILIHAN UMUM

IMG-20180610-WA0036
IMG-20180610-WA0036
IMG-20180610-WA0036
UNIS Tangerang, 7 Mei 2018

Dalam menyambut pesta demokrasi di tahun 2018 dan 2019, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univeristas Islam Syekh Yusuf (UNIS) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Repesentasi Generasi Millenial Didalam Pemilihan Umum”. Didalam seminar nasional ini menghadirkan pakar Ilmu Komunikasi Dr. Atwar Bajari dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Agus Supriyatna dengan moderator Eko Febriyanto dosen Ilmu Komunikasi. Seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Rektor III Dr. H. Suhaya MM, M.Sc dan dihadiri Dekan FISIP H. Yusmedi Yusuf, SH. M.Si beserta jajarannya.

Seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa FISIP UNIS, khususnya generasi millennial untuk lebih cerdas dalam menentukan pilihan di pemilihan umum yang akan datang. Sebagi generasi Y, generasi millennial merupakan generasi yang unik dan berbeda dari geneasi X. Hal ini dikarenakan, kehidupan generasi milenial tidak lepas dari penggunaan teknologi terutama internet dan hiburan/entertainment yang sudah menjadi kebutuhan pokok. Oleh karena itu penggunaan teknologi didalam pemilihan umum (pemilu) memiliki peran penting, dimana para generasi milenial dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai para calon peserta pemilu. Namun disisi lain generasi milenial juga rentan terhadap isu HOAX, dan Black Campaign. Apalagi didalam seminar ini Ketua KPU Banten menyampaikan bahwa, nilai-nilai patriotik dan nasionalisme pada generasi millennial telah hilang dan luntur. Selain itu para generasi millennial menurut hasil riset Alvara Research Center tahun 2014 didominasi oleh swing voters/pemilih galau, dan apathetic voters/pemilih cuek. Sehingga dikhawatirkan mereka akan memilih bukan pada rasionalitasnya tetapi memilih berdasarkan isu-isu kontemporer yang beredar di internet melalui akun media sosial.

Sedangkan menurut pakar Ilmu Komunikasi Dr. Atwar Bajari, generas muda saat ini teridiri dari dua jenis, genernasi millennial (Ys) dan generasi Z. Generasi milleniial (Ys) merupakan generasi yang lahir ditahun 1980 an yang saat ini berusia sekitar 15-34 tahun. Generasi ini senang dengan penggunaan teknologi dan budaya pop/music. Generasi Ys merupakan orang-orang yang setengah-setengah: setengah menikmati era sebelum internet, dan era sesudahnya. Sedangkan generasi Z merupakan generasi yang lahir ditahun 1995 – 2010. Generasi Z merupakan generasi yang lahir dari generasi X dan Generasi Y. Generasi Z terlahir dalam kehidupan yang sudah menikmati keajaiban teknologi. Profile generasi millennial menurut Dr. Atwar Bajari dapat dilihat dari value generasi millennial yakni Kesenangan (Fun), Pendidikan (Education), dan Work/Life Balance, sedangkan dari kebutuhannya (needs) mereka butuh pengakuan dan penghargaan, pengembangan diri, dan komitmen.

Generasi millennial membutuhkan ruang virtual dari pada ruang publik. Dimana mereka hamper 7,5 jam per hari habis untuk berinteraksi dengan gawai digital. Lebih suka instan message dari pada telepon. Bahkan sepertiga dari Generasi Millennial langsung online pada sesaat setelah bangun tidur. Selain itu Dr Atwar menambahkan, ada lima karakterisik pada generasi millennial yakni : melek teknologi, bergantung pada mesin pencari, learning by doing, Membuat konten internet, dan tertarik pada muldimedia.

Leave us a Comment